Skip to content

Sistem Pemuridan Tuhan Yesus

oleh : Ev. Andreas Martin .S

MULTILEVEL SYSTEM

Tuhan Yesus, yang sendirinya adalah Allah, ketika ia turun ke dunia dan setelah dibaptiskan dengan kuasa Roh Kudus, mempunyai kapasitas tak terbatas dalam mengajar dan memuridkan orang. Tetapi mengapa Ia memilih hanya 12 orang saja untuk menjadi rasul-rasul-Nya? Mengapa tidak 24 rasul, 48, atau 120 orang? Apakah karena Israel punya 12 suku dan mereka kelak akan menghakimi setiap suku Israel? Saya tak tahu apakah ada arti yang lain angka 12 itu tetapi saya percaya itu adalah jumlah maksimal yang amat efektip untuk melatih suatu team untuk melakukan pekerjaan pelayanan. Bila lebih dari 12 akan menjadi terlalu banyak, sukar mengawasi pertumbuhan rohani atau juga sukar membimbing team menjadi kompak.

Dengan melatih ke 12 murid itu setiap hari, mereka mengenal cara hidup, cara berfikir Tuhan Yesus, karakter-Nya dan juga segala rahasia kerajaan Allah dari Tuhan Yesus dengan lengkap. Juga Ia memberi “makan” dan “mencuci” murid-murid-Nya setiap hari dengan Firman yang hidup. Selain mereka, Tuhan juga memilih 70 orang murid lain untuk diutus ke desa-desa yang akan dikunjungi-Nya. Jadi ada lingkaran-lingkaran bertingkat-tingkat diantara murid-murid Tuhan. Ini adalah sistim multilevel ! (Sebenarnya multilevel marketing yang sekarang sedang ramai dipakai orang untuk menjual barang-barang exclusive tak lain adalah tiruan dari sistim Tuhan Yesus.)

YANG IA INGINKAN DARI MURID-NYA

Ia bukan hanya mentransfer pengetahuan hal kerajaan Sorga kepada mereka, tetapi lebih dari itu Ia ingin mentransfer hidup-Nya sendiri, atau seluruh Roh-Nya, seluruh Roh Kudus dan seluruh Roh Allah Bapa ke dalam hidup murid-murid-Nya dan di lain pihak Ia hendak membuang semua hal kedagingan atau seluruh kemanusiaan murid-murid-Nya sampai “bersih”, agar Ia boleh bermanifestasi sepenuhnya di dalam mereka.

Joh 14:20  Pada waktu itulah kamu akan tahu bahwa Aku di dalam Bapa–Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Joh 15:5  Akulah pokok anggur dan kamulah ranting–rantingnya. Siapa saja yang tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa–apa.

Pada akhir pelayanan-Nya kepada mereka Ia dapat berkata bahwa mereka telah seluruhnya dibasuh oleh Firman yang diucapkannya:

Joh 13:10  Kata Yesus kepadanya, “Siapa saja yang telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.”

Joh 15:3  Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

TRANSFER KUASA

Pada awal pelayanan-Nya Ia memanggil murid-murid-Nya dan memberi mereka kuasa untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan-setan. Sesudah itu mereka menjadi manusia luar biasa, urapan Roh Kudus yang berasal dari Tuhan Yesus menyertai mereka. Transfer kuasa Tuhan Yesus itu adalah sementara sifatnya, karena Ia masih berkata bahwa mereka akan menerima Kuasa dari tempat Tinggi bila Ia telah meninggalkan mereka setelah kebangkitan-Nya.

Luk 24:49  “Lihatlah, Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa–Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”

Mengapa Ia memberi kuasa sementara ini kepada mereka, sambil menunggu yang sesungguhnya, yang akan diberikan kepada mereka kalau Roh Kudus turun khusus bagi mereka? Itu hanya sebagai contoh (free sample) untuk bahan latihan, bahan pelajaran memakai urapan Roh Kudus. Tetapi saya melihat ada maksud yang lain mengapa urapan itu diberikan. Setelah urapan Roh Kudus itu melekat di dalam mereka, dengan segera iman mereka naik pesat tetapi juga daging mereka menjadi sangat berani. Itu perlu sekali sebab tanpa urapan Roh Kudus, karakter daging itu tak pernah muncul kepermukaan karena diselimuti oleh kerendahan hati palsu, hasil ajaran tradisi baik dari manusia. Padahal sifat-sifat daging itu ada di dalam daging, tetapi tertekan dan terkendali karena kultur (adat/pendidikan). Dengan adanya urapan Roh Kudus maka sifat-sifat daging mereka diberanikan dan naik kepermukaan, dengan maksud agar dapat di “cuci bersih” oleh kuasa Firman Tuhan.

Tiga peristiwa ini memberi gambaran cukup bahwa kedagingan mereka meningkat karena dirangsang oleh hadirnya urapan kuasa Roh Kudus di dalam mereka:

  1. Adanya pertengkaran siapa yang terbesar diantara mereka. Lukas mencatat dua kali hal ini terjadi, bahkan sampai saat terakhir Tuhan mau diangkat, mereka masih bertengkar juga.

Lu 9:46  Kemudian timbullah pertengkaran di antara murid–murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka.

Lu 22:24  Terjadilah juga pertengkaran di antara murid–murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.

  1. Bila kepentingan mereka terhambat oleh orang lain, emosi naik dan tak segan-segan memper-gunakan kuasa urapan itu untuk menghukum orang lain tanpa belas kasihan.

Lu 9:54  Ketika dua murid–Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata, “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”

  1. Urapan membangkitan kepercayaan diri sendiri, bahkan cenderung menjadi berlebihan, atau overconfidence sampai menjadi amat sombong. Pernyataan-pernyataan Petrus ketika Tuhan mengatakan bahwa Ia akan ditangkap dan dibunuh orang Farisi mencerminkan hal ini.

Luk 22:33  Jawab Petrus kepada–Nya, “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama–sama dengan Engkau!” 34  Tetapi Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal bahwa engkau mengenal Aku.”

Satu hal lagi kita lihat bahwa sekalipun Yudas menerima urapan yang sama seperti yang lainnya, urapan itu tak merubah sifat-sifat dasar Yudas, ia seorang pencuri dan tidak percaya semua perkataan Tuhan dari awal sampai akhir. Sekali lagi, dengan tegas: Urapan Roh Kudus di atas daging manusia, tidak merubah sifat kedagingan orang itu menjadi kudus, sebaliknya merangsang sifat dagingnya bermanifestasi lebih nyata.

HARUS ADA YANG MEMBERSIHKAN

Jadi memang dalam proses mengubah manusia beriman itu menjadi seperti Allah, perlu diberi urapan (yang sifatnya sementara) agar kedagingannya muncul, agar Firman Allah (dan kuasa Roh Kudus) boleh mengoperasinya sehingga dari manusia itu di buang kemanusiaannya, sampai tinggal rohnya yang dibaharui oleh persatuan dengan Roh Tuhan Yesus itu, dapat menjadi seperti Allah. Baru setelah itu Kuasa dari tempat mahatinggi boleh memenuhi mereka dan menjadikan mereka seperti Kristus-Kristus yang berjalan di  atas bumi lagi tetapi dalam jumlah yang amat banyak.

Agar hal itu dapat terjadi harus ada seorang guru, yang membina seperti zaman Tuhan Yesus dahulu. Tuhan Yesus mengawasi murid-muridnya, memelihara dan melindungi mereka sampai akhir, sehingga mereka “jadi” seperti yang direncanakan Tuhan. Bila mereka kedagingan, Ia mencuci mereka dengan Firman-Nya. Itu sebabnya Tuhan memerintahkan agar semua murid-Nya memuridkan orang lain.

Mat 28:19  “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid–Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Karena itu sistim yang Tuhan perintahkan yang sebenarnya bukanlah menghimpun banyak-banyak orang di dalam suatu gedung gereja, walaupun itu boleh saja dilakukan kalau memungkinkan, tetapi sistim pemuridan multilevel adalah sistim dasar yang tak tergantikan oleh sistim yang lain.

HIRARKI GURU DAN MURID

Agar proses pemuridan ini dapat berlangsung dengan sempurna, harus ada penundukan diri dari murid-murid kepada gurunya. Penundukan diri atau submission adalah penting karena Tuhan memang mau bekerja dengan cara demikian. Mereka yang mengikuti seorang guru yang benar-benar takut akan Tuhan, akan dibawa kepada pengenalan akan Tuhan dengan lebih cepat daripada mencari-cari sendiri melalui “trial and error”. Ada jalur otoritas dan kuasa dari Tuhan Yesus melalui guru-guru untuk disalurkan kepada murid dan kemudian ke murid-murid dibawahnya. Bila seorang murid mulai kedagingan dan tak mau mendengar teguran sang guru, bagian guru itu adalah memperingatkan dan menegur menurut kebenaran Firman saja, selebihnya murid itu akan diganjar melalui kejatuhan atau kegagalan, dan kalau ia bertobat, Roh Kudus akan ubah pengalaman itu menjadi berkat bagi kematangan si murid. Bagian seorang guru adalah berjaga-jaga dengan doa agar bila jatuh muridnya tidak kehilangan imannya. Seorang guru yang menjalankan fungsinya dengan baik akan didukung oleh wibawa Kristus sepenuhnya. Ia sendiri juga harus mengawasi ajarannya dan menundukkan diri dibawah koreksi Roh Kudus dan guru di atasnya yang membimbing dia.

Luk 22: 31  “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, 32  tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara–saudaramu.”

Jas 3:1  Saudara–saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kamu tahu bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.

1Ti 4:16  Awasilah dirimu sendiri dan ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

PESAN TUHAN (COMMISSION)

Revival Total Ministry telah mengalami koreksi dari Roh Kudus sehingga pola pelayanan selama ini yang bercorak sporadic, khotbah kesana sini bak menabur garam ke laut, tak banyak memberi hasil yang diharapkan, bahkan membangkitkan “daging-daging yang berurapan” yang bahkan membahayakan pertumbuhan Gereja Tuhan Yesus yang benar. Kini Tuhan memberikan commission yang baru, yakni kami diharuskan membentuk murid-murid Tuhan dengan mengikuti pola pelayanan Tuhan Yesus, tak lebih dari 12 orang di setiap kota, dan membangun pasukan para imam yang kudus, menjadi pasukan Tuhan Yesus pada akhir zaman yang akan memenangkan jiwa dan memuridkan mereka menurut apa yang telah diajarkan Tuhan Yesus. Sistim ini dinamakan Kelompok Pemuridan Revival atau Revival Discipleship (RD), dengan buku pemuridan yang tersusun lengkap, sebagai bahan untuk di transfer lagi kepada murid-murid yang lain.

Bergabunglah dengan kami!

Mark 16:17  Tanda–tanda ini akan menyertai orang–orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan–setan demi nama–Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa–bahasa yang baru bagi mereka, 18  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun yang mematikan, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Bandung, 4 Jan 2006

<back