Skip to content

MENGOSONGKAN DIRI

August 1, 2009

Php 2:7  melainkan telah mengosongkan diri–Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8  Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri–Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

MENGOSONGKAN DIRI DARI KE-ALLAH-AN-NYA?

Tuhan Yesus harus menanggalkan semua atribut ke-Allahan-Nya sama sekali sehingga hanya tinggal roh-Nya saja yang turun ke dunia, memasuki kandungan Maria dan kemudian mengambil atribut manusiawi dan daging dari Maria, agar dapat menyamakan diri dengan manusia yang berdosa, tetapi tidak berbuat berdosa. Ia harus melakukan hal ini agar manusia boleh ditebus oleh manusia lagi yang kudus. Kita tahu di zaman Perjanjian Lama, darah lembu, sapi, kambing, domba atau burung tekukur atau merpati tak dapat menyucikan manusia dari dosa mereka karena derajadnya lebih rendah dari manusia. Itu hanya lambang yang menggambarkan penebusan Yesus di kayu salib. Di sisi lain, manusia juga tak dapat ditebus oleh Anak Allah, karena derajad-Nya lebih tinggi dari manusia. Jadi ketika Ia ada di dunia, Ia adalah manusia 100% dan Allah 0%. Ingat ketika Yesus dicobai oleh si iblis, dengan amat hati-hati Ia menghindari jebakannya dengan tetap mengidentifikasikan diri-Nya dengan manusia, tidak menyebut dirinya Anak Allah:

Mat 4:3  Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada–Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu–batu ini menjadi roti.” 4  Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Kalau saja saat itu Ia menjawab dengan lalai: “Ah, benar iblis, aku kan Anak Allah…” saat itu juga Ia tak layak menjadi penebus manusia dan kita tak terselamatkan lagi. Manusia harus diselamatkan manusia lagi, hanya darah manusia tak berdosa yang dapat menebus nyawa manusia yang lain. Setelah Ia naik kembali ke surga baru Ia diangkat lagi jadi Anak Allah oleh Bapa-Nya dan Nama-Nya ditetapkan menjadi Nama di atas segala Nama.

DARI MANUSIA DAGING DIUBAH MENJADI MANUSIA ROH

Manusia yang telah jatuh ke dalam dosa menjadi makhluk daging, bukan makhluk roh seperti yang dahulu diciptakan oleh Allah pada mulanya. Hanya karena satu kali pelanggaran, yakni salah makan, buah pengetahuan hal baik dan jahat, manusia telah putus hubungan dengan Allah-nya dan mati. Ketika dunia di kutuk karena kesalahan Adam, di atas bumi yang ada hanya kutuk, hanya bila Ia memberi berkat karena belas kasihan-Nya, manusia memperoleh kemudahan. Selebihnya manusia harus memperoleh segala sesuatu dengan menukarnya dengan keringatnya. Segala hal yang masuk ke dalam nyawa manusia akibat kutuk itu adalah kesengsaraan, kelemahan, penderitaan sehingga manusia mengembangkan kepribadian yang amat egois karena segala sesuatu harus diperolehnya dengan perjuangan yang keras. Sifat-sifat atau tabiat itu tak lain berupa dari roh-roh pikiran yang menjadi tabiat daging atau sifat kedagingan yang mengisi nyawanya tiap hari, menjadi atribut kemanusiaannya.

Yesus menjadi manusia untuk menebus dosa manusia, lalu berita penebusan ini diceritakan kepada semua orang agar yang mau percaya mengakui Tuhan Yesus dan menerima Roh-Nya ke dalam diri mereka. Dosa disucikan dengan darah-Nya, tapi kedagingan manusia atau atribut kemanusiaan harus dibuang keluar, digantung di kayu salib masing-masing. Proses ini dilakukan oleh Roh Kudus, setelah orang itu mau menolak atau menyangkalnya. Jadi mereka yang mengikut Tuhan Yesus harus mau menyangkal dirinya setiap hari. Dengan demikian sifat atau tabiat kedagingan atau dengan kata lain atribut kemanusiaan anda dikuras sampai habis oleh Roh Kudus.

MENGOSONGKAN DIRI DARI KEMANUSIAAN-MU?

Jadi setelah orang menjadi percaya dan mau mengundang Tuhan Yesus ke dalam hatinya, Ia dengan sungguh-sungguh dan tegas berkata: “Relakan dirimu dikosongkan dari semua kemanusiaanmu agar engkau menjadi 0 % manusia dan Ku-ubah menjadi 100 % Allah.”

Perhatikan doa Paulus untuk orang Efesus, juga bagi Anda tentunya:

Efe 3:18  Aku berdoa, supaya kamu bersama–sama dengan semua orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19  dan dapat mengenal kasih itu yang melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Anda yang telah percaya kepada-Nya, beri dirimu di “kerjakan” oleh-Nya sehingga memiliki 100% atribut ke-Allahan itu. Mengapa demikian? Ia memang bermaksud menjadikan Anda serupa dengan gambar-Nya, yakni Anak Allah, penuh dengan roh-roh yang 100% dari Allah.

Jangan berkata “Wah itu sukar!” Mana lebih sukar, Tuhan Yesus mengosongkan diri dari ke-Allahan-Nya atau Anda mengosongkan diri dari kemanusiaan Anda? Bagian Anda mengerti rencana-Nya dan mau menyangkal diri setiap saat, nanti Roh Kudus yang membongkar tabiat daging Anda. Tak ada yang sukar, sama sekali tidak! Maka di dunia ini akan ada banyak sekali Yesus-Yesus, yang menyatakan kuasa dan kemuliaan Allah di mana-mana. Maka kerajaan-Nya datanglah di bumi ini.

Seri Pengajaran 12/7/2005

Andereas Samudera

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s