Skip to content

REPARASI KAKI ?

July 23, 2009

Kesaksian dari, IOWA , USA

Sioux City, 4/21/2006 Bagi anda punya waktu, silakan membaca cerita berikut yang dapat memberkati hidup anda. Pada awal bulan Maret 2006 saya mendapat email dari bapak Andereas Samudera, yang mengatakan bahwa beliau sedang berkunjung ke AS guna mengadakan seminar di beberapa kota besar di sana.

Saya sekeluarga tinggal di satu kampung sepi di AS dan boleh dikatakan tidak ada orang Ind. tinggal di sana. Ketika isteri saya, Debora berbicara lewat telepon dengan bpk. Andereas S. ia menawarkan kepadanya: “Jika ada waktu luang yang ingin digunakan untuk beristirahat, silakan singgah untuk beberapa hari di tempat kami.”

Setelah atur punya atur rupanya Helena, promoter bpk. Andereas menemukan waktu luang, sehingga pada tgl 20 Maret 2006 dari Atlanta, GA beliau dapat terbang ke Omaha, NE, dan kedatangan beliau dimeriahkan dengan badai salju terbesar tahun itu, sehingga tidak memungkinkan bagi kami untuk menjeputnya pada malam itu.

Keesokan harinya kami baru jemput beliau dari hotel di Omaha, NE dan sesampai di Sioux City kami sekeluarga bersama dua saudari kami dari California-pun menyambut hamba Allah ini dengan hangat, sehingga saljunyapun tidak bertahan lama.

Kami mengenal bpk Andereas sejak tahun 1981 dan beliau sering membawakan firman di persekutuan doa di rumah kami, di Jatibarang, salah satu kampung kecil di Jawa-Barat.

Sejak dulu sampai sekarang, sejak di kampungnya Ind. begitu juga di kampungnya AS sifat kami tidak berubah, yaitu suka memanfaatkan hamba Allah yang ini (maksud saya yang ini, sebab tidak semua hamba Allah dapat dimanfaatkan), karena ketulusan dan ketekunan beliau.

Selesai makan siang segera kami duduk-duduk dan tanpa dicari-cari kesempatan kerjapun muncullah.

Entah dari mana asal-usulnya, mulailah kami semua sibuk dengan urusan reparasi kaki.

Semua kaki orang Indonesia yang berada disekitar kami kedapatan tidak ada yang sama panjang, maka mulailah urapan Allah yang ada pada beliau dimanfaatkan, dan pada saat-saat itulah pesta rohani dimulai.

Saya mengenal pelayanan beliau tentang memanjangkan tangan pada awal tahun 1980an, ketika itu ia sempat memanjangkan tangan ibu saya yang bedanya hampir 2 Cm.

Sejak itu team sayapun meniru dan sempat memanjangkan tangan beberapa orang, tetapi pelayanan itu tidak kami tekuni, sebab tidak mudah menemukan orang yang mempunyai perbedaan panjang tangannya, dan tidak ada dampak lainnya yang kelihatan menguntungkan.

Saya tidak menyangka bahwa reparasi kaki mempunyai dampak yang cukup mempesonakan, sebab memang panjang kaki yang tidak sama dapat menimbulkan pelbagai masalah dalam kesehatan, sehingga ketika panjang kaki disamakan kembali mengakibatkan mujizat terjadi.

Dari sekian banyaknya orang yang sempat direparasi kakinya ada beberapa yang berkesan, sehingga nama Tuhan dimuliakan: (Hal ini akan saya kemukakan, bukan berarti mengabaikan kenyataan kerja kuasa Allah pada setiap kaki yang memanjang dan memendek, yang gerak memanjang dan memendeknya sempat disaksikan oleh mata setiap orang yang hadir.)

  1. Yohana Kusuma dari Winnetka, CA, mojang Priangan asal Bandung. Orangnya langsing, geulis, pendek.

Bpk Andereas memerintahkan kepada satu kakinya yang lebih pendek untuk memanjang. (Roh Kudus mengetahui hati orang sampai yang terdalam sekalipun dan Ia mengetahui kebutuhan anakNya)

Pada umumnya kaki yang sedang memanjang itu berhenti ketika sudah sama panjangnya, tetapi berbeda dengan ini. Kaki yang pendek memanjang dan terus memanjang, sehingga lebih panjang dari pada yang lainnya, sehingga bpk Andereas harus memerintahkan kaki yang lain untuk menyamai panjangnya, berarti Yohana tambah tinggi.

  1. Setelah makan siang hari kedua saya bawa beliau kerumah adik saya. Tanpa banyak bicara saya panggil dia dan periksa panjang kakinya. Seperti yang lain, kakinyapun panjang satu, kemudian saya minta bpk Andereas untuk mulai mendemonstrasikan urapan Allah yang ada padanya. Setelah kakinya sama panjang, saya tanya: “Apakah merasa perbedaan?”

Ia katakan: “Tidak, sebab saya merasakan sakit pinggang saya hanya di waktu sikat gigi.”

Maka saya katakan pergilah sikat gigi sekarang. Berselang sekitar 15 menit ia keluar dan mengatakan, bahwa tidak terasa lagi.

Beberapa hari selanjutnyapun saya tanyakan, dan ia menjawab sudah tidak ada lagi, alias sembuh.

  1. Sayapun menelepon Yohanes Wijanarko, asal Solo yang pekerjaannya adalah supir truck jarak jauh, Sioux City, IA – Los Angeles, CA pp. Dalam waktu lima hari minimal ia menempuh jarak 3500 miles atau 5600 Km. Sedangkan ia mempunyai masalah dengan pinggang dan …………

Lewat jam 10 malam ia baru tiba dari California dan segera datang kerumah saya, segera pula dilayani.

Sewaktu diperiksa kedapatan kaki kanannya lebih pendek dari pada kaki kirinya, maka bpk Andereas memerintahkan kepada kaki kanan untuk memanjang, tetapi aneh, malah kaki kirinya yang memendek dan berhenti setelah menjadi sama.

Setelah proses ini selesai ia mencoba jalan dan bpk Andereas meminta agar ia coba naik tangga.

Sambil naik tangga ia menyatakan, bahwa pinggangnya enak dengan muka gembira, tetapi setelah ia menginjak lantai atas mukanya berubah seketika seperti orang terkejut, dan segera ia turun sambil mengatakan: “Tail bone saya hilang.” (tail bone = tulang ekor)

Sedangkan kami yang ada di situ menyangka ia mengatakan: ”Telpon saya hilang.” Sebab expresi mukanya persis seperti orang yang terkejut karena kehilangan.

Kesalah pahaman antara “tail bone” dan “telpon” menimbulkan pertanyaan berulangkali.

Kemudian ia menjelaskan, bahwa sudah lama ia merasa sakit pada tulang ekornya dan sudah diterapi chiropractor (akhli tulang), juga dan tidak pernah berhasil. Sedangkan ia tidak pernah menyangka, jika pemendekan kaki itu akan mengakibatkan kesembuhan sampai kepada masalah tulang ekornya itu juga.

Masalah tulang ekor itu menyebabkan ia kesakitan di waktu duduk dan dapat dibayangkan betapa menderitanya ia dalam pekerjaannya sebagai supir jarak jauh.

Melihat reparasi kaki dapat berakibat kesembuhan terhadap bagian tubuh lainnya, maka hal itu memotifasi saya untuk mereparasi kaki apabila saya mendapati orang yang sakit pinggang dan sekitarnya.Sejak kunjungan bpk Andereas saya telah melakukan reparasi kaki kepada beberapa orang dan ada satu yang cukup berkesan.

Hari Sabtu tanggal 15 April 2006 kami dikunjungi oleh satu keluarga (suami, isteri dan satu anak) orang kulit putih AS yang taat kepada kehendak Tuhan, sambil membawa dua meja dan satu lemari.

Demikian taatnya mereka, sehingga baru satu kali saja kami bertemu ia sudah mau melakukan kehendak Tuhan bagi kami, yaitu membuat satu meja studio yang mahal dan rapih dengan design yang unik, satu meja kerja yang megah dan lemari buku yang bergengsi.

Sedangkan ketaatan isterinya telah membuat wanita itu pergi ke Ghana di Afrika tanpa mengenal seorangpun. Sedemikian taatnya sampai perbuatannya menarik perhatian presiden Ghana, sehingga ia bertemu dengan beliau dan mendapat tanda terima kasih dari padanya.

Ketika saya periksa kaki Norman (suami) punggungnya terasa nyeri, sehingga ia bersuara. Saya tanyakan dan ia menjelaskan bahwa salah satu ruas pada tulang punggungnya tetap lunak.

Pada awalnya saya akan bereskan panjang kakinya dengan harapan akan mengakibatkan kesembuhan pada punggungnya juga, tetapi saya mendapati kakinya sama panjang, maka langsung saja isteri saya, Debora mengatakan kepadanya untuk bertelungkup dan kami mulai jamah dan perintahkan agar ruas itu mengeras. Puji Tuhan Yesus ! Punggung itu beres dalam seketika itu juga dan kami test, ternyata lulus.

Berkat yang lain dan amat serius ialah pengalaman bpk Andereas dalam hal peristirahatannya yang telah berlangsung selama sebelas bulan, yang mana mencakup juga pergumulannya dengan Roh Kudus selama enam bulan, karena Roh Kudus yang sekian lama memimpin pelayanannya menyatakan bahwa pekerjaannya sia-sia.

Hal ini adalah konfirmasi yang amat berarti bagi perjalanan hidup, dan pengajaran kami.

Demikian pula kami sekeluarga amat berterima kasih kepada bpk Andereas Samudera yang telah memuat kesaksian bpk pdt Alex Iranata pada web-site-nya, sebab itu adalah kofirmasi yang sungguh berarti bagi perjalanan kami dalam hal mengikut Yesus selama hidup kami.

Kami sungguh bersyukur kepada Allah, Bapa Tuhan kami Yesus Kristus atas kedatangan bpk Andereas Samudera yang telah menjadi berkat bagi kami semua, dan besar harap kami agar bpk Andereas Samudera sendiripun turut keberkatan oleh pengalaman peristirahatannya, sehingga kita semua dapat bersikap seperti gadis yang bijaksana seperti dalam Matius 25 yang dapat masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba.              Hendaklah kita tidak terhanyutkan, ter-ninabobo dan terjerat oleh gelombang pelayanan, sebab itu semua hanya alat Kristus untuk membentuk kita untuk menjadi hamba-Nya yang benar, sehingga kita dapat menjadi satu dengan Dia, karena kita mengasihi Yesus (bukan pelayanan) dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan kita.

Salam sejahteraNehemia Kristijanto

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s