Skip to content

AIR YANG HIDUP

August 2, 2012


JANJI TUHAN TENTANG AIR JERNIH

Yeh 36:25 Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala–berhalamu Aku akan mentahirkan kamu.

Bangsa Israel adalah bangsa yang ‘dilahirkan’ oleh Tuhan, walau secara fisik mereka keturunan Abraham, tapi mereka dilahirkan setelah Sarah dan Abraham kedua-duanya mandul. Jadi Tuhan-lah yang ‘membuat’ si Ishak sebetulnya. Itu alasannya mengapa Abraham harus menunggu 25 tahun sebelum janji Tuhan akan keturunannya digenapi. Keturunan Abraham memang dimaksudkan untuk menjadi bangsa imam untuk melayani Tuhan dalam kepentingan penyelamatan dunia ini pada awalnya.

Ketika jumlah mereka menjadi 3 juta orang banyaknya, Tuhan lepaskan mereka dari perbudakan di Mesir dengan perantaraan Musa. Di bawah kaki gunung Horeb mereka diikat dengan sebuah perjanjian untuk menjadikan mereka bangsa imam, dengan syarat bahwa mereka mau mendengar dan taat kepada kehendak-Nya. Tapi mereka segera menjadi tak berguna karena mereka tak sabar menunggu Musa dan mulai menyembah lembu emas, dewa orang Mesir, ketika Musa sedang menuliskan aturan-aturan untuk bangsa imam ini. Hanya karena Musa memperjuangkan mereka maka bangsa ini tak jadi dimusnahkan Tuhan. Tujuan Tuhan menjadikan mereka itu bangsa imam terpaksa harus ditunda (pended) hingga Tuhan Yesus selesai menebus dosa umat manusia dan mereka yang percaya kepada-Nya dikuduskan dengan sempurna untuk menjadi Imam-Imam Perjanjian Baru. Bangsa ini tetap disertai Tuhan, bahkan dibuang ke Babylonia selama 70 tahun karena mereka melalaikan sabat bagi tanah mereka selama 490 tahun lamanya.

Dalam rangka memperoleh imam-imam yang Kudus itulah Tuhan berjanji di tempat pembuangan ini, hendak mencurahkan air yang jernih, untuk membuat suatu bangsa yang benar-benar tahir dan layak bagi-Nya sebagai imam, pelayan Allah yang mewakili Dia di atas bumi ini. Imam-imam Perjanjian Baru itu adalah Anda dan saya.

PENGGENAPAN TENTANG AIR YANG JERNIH

Janji Tuhan tentang air yang jernih itu digenapi ketika Tuhan (Yehovah) turun ke dunia dan menjelma menjadi Yesus. Pada suatu saat, orang-orang Yahudi merayakan Hari Raya Pondok Daun, yang berlangsung delapan hari lamanya. Sesudah selama 7 hari orang-orang Yahudi tinggal di pondok-pondok dari daun di halaman rumah mereka memperingati peristiwa zaman nenek moyang mereka tinggal di kemah-kemah di bawah langit terbuka selama perjalanan dari Mesir ke Kanaan. Di puncak perayaan yakni hari kedelapan, dari pukul 6 pagi sampai 6 petang mereka membawa kendi berisi air dan menuangkan air itu di halaman Bait Suci. Timbullah aliran-aliran air seperti sungai dari halaman itu menuju ke pintu Timur dan air itu masuk ke lembah Kidron, yang terbentang dari Utara ke Selatan, antara pintu gerbang Timur dan bukit Zaitun. Tradisi menuang air ini mereka lakukan berdasar perintah agama saja, tanpa mengerti arti sebenarnya, untuk apa mereka harus menuangkan air di halaman Bait Suci itu. Tuhan Yesus muncul di tengah-tengah orang banyak, dan mencoba menerangkan arti acara menuang air ini.

Yoh 7:38 Siapa saja yang percaya kepada–Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran–aliran air hidup.” 39 Yang dimaksudkan–Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada–Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

Jadi yang dilakukan oleh tradisi Yahudi itu tak lain adalah tindakan prophetic yang menggambarkan Bait Suci yang lain yakni tubuh setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus seperti tertulis di dalam kitab suci, yang akan diubah menjadi Bait Suci ! Dan di dalam tiap Bait Suci selalu akan ada air yang mengalir keluar! Air itu adalah Roh Kudus, yang akan diterima setiap orang yang mau mengundang Tuhan Yesus masuk ke dalam hatinya. Itu juga gambaran Bait Suci yang lain yakni nanti pada zaman Kerajaan Seribu Tahun akan ada Bait Suci lain di Yerusalem yang juga akan mengeluarkan air yang menjadi sungai.

Percakapan Tuhan dengan perempuan Samaria telah memulai pernyataan-Nya tentang penggenapan janji-Nya itu:

Yoh 4:10 Jawab Yesus kepadanya, “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapa Dia yang berkata kepadamu, ‘Berilah Aku minum!’ niscaya engkau telah meminta kepada–Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.” …… 13 Jawab Yesus kepadanya, “Siapa saja yang minum air ini, ia akan haus lagi, 14 tetapi siapa saja yang minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama–lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus–menerus memancar sampai pada hidup yang kekal.”

Apa gunanya air hidup ini? Seperti tertulis dalam janji-Nya melalui Yehezkiel, air itu adalah sarana untuk mentahirkan “segala kenajisanmu dan dari semua berhala–berhalamu !”

PEMAKAIAN AIR HIDUP

Sekarang bagaimana pemakaian air yang jernih atau air hidup atau air kehidupan, menurut Firman Tuhan? Perhatikan apa pesan yang ditulis oleh Paulus bagi para suami:

Ef 5:25 Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri–Nya baginya 26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri–Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Ada sedikit kesalahan terjemahan dalam alkitab bahasa Indonesia, kata “air dan firman” sebenarnya berbunyi: “air yaitu firman”. Adalah tugas para suami untuk memandikan isterinya dengan air hidup, seperti Tuhan Yesus selalu lakukan terhadap jemaatnya saat ini. Apa yang dilakukan Tuhan Yesus? Dia ingin memandikan Anda dan saya dengan air yang telah Dia berikan di dalam hati Anda dan yang sudah berubah menjadi mata air dan mengalirkan aliran-aliran air hidup, untuk mentahirkan semua najis dari dunia ini, sehingga menjadi ”cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela”. Sekarang apa yang disebut sebagai “najis” (unclean) itu? Semua hal yang berasal dari sistim dunia ini (kerajaan Dunia, kerajaan si iblis) adalah najis! Apakah itu najis perzinahan, najis penyembahan berhala, najis mayat, najis roh orang mati, najis roh setan, najis guna-guna, najis penyakit dan sebagainya, semua dapat dikelompokkan menjadi satu: “roh-roh najis”. Dan lawan dari kenajisan adalah air yang murni, air hidup yang Tuhan karuniakan di dalam diri Anda.

Tahu tidak, bahwa segala penyakit sebenarnya adalah “roh-roh penyakit” saja?

Ibr 10:22  Karena itu, marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

Jadi kalau Anda berkata: “Dalam Nama Tuhan Yesus aku tahirkan (roh najis) sakit kepala ini dari dalam kepala-ku, enyah pergi!” Dengan segera sakit kepala itu lenyap. Kata aku- “tahirkan” itu sama artinya dengan berkata “aku cuci dengan air hidup”! Demikian juga sakit kanker, sakit tumor, sakit rematik, sakit jantung, sakit mata, sakit ginjal, apapun namanya itu semua adalah najis-najis dari dunia, yang kalau Anda pindah ke dalam Kerajaan Surga, tak boleh ikut-ikutan masuk ke dalamnya. Sama halnya dengan roh-roh orang mati, setan-setan, mantra-mantra dukun, susuk, zimat-zimat tak boleh masuk ke dalam Kerajaan Surga, mereka harus dikeluarkan dari tubuh anak-anak Allah yang sudah di lahirkan baru.

Tentu saja sebelum dengan mudah hal-hal najis itu dikeluarkan akar-akar penyebab masalah itu masuk ke dalam diri Anda harus dibereskan di hadapan Tuhan. Ampuni orang-orang yang membuat kebencian, kecewa, sakit hati bermunculan di hati Anda, putuskan ikatan-ikatan batin dengan orang-orang atau benda-benda yang mengikat dan menjerat Anda terlebih dahulu, sebelum Anda berkata: “Dalam Nama Tuhan Yesus aku cuci najis-najis ini keluar dari diri-ku”.

TUHAN MENCUCI MURID-MURID-NYA.

Selama tiga setengah tahun murid-murid menyertai Tuhan Yesus, hanya ada satu kali saja dimana Petrus di bentak: “Enyahlah iblis…” (Mat 4:10). Tentu yang disuruh pergi bukan Petrus-nya tapi roh iblis yang memakai Petrus untuk menjatuhkan Tuhan Yesus. Tak pernah ada pelayanan pelepasan khusus untuk murid-murid itu. Sedangkan sekarang banyak sekali pelayanan pelepasan tumbuh di gereja-gereja, bahkan yang semula amat menolak pelayanan seperti ini. Saya termasuk salah satu pionir dalam pelayanan seperti ini, setelah perkunjungan pendeta Win Worley pada tahun 1986. Namun saya bertanya di dalam hati terus menerus, mengapa Tuhan Yesus sendiri tidak melayani murid-muridnya dengan cara pelepasan seperti yang saya lakukan? Namun pertanyaan ini telah terjawab sekarang. Cara-cara pelepasan dengan macam-macam urapan itu memang telah diberikan oleh Roh Kudus sebagai sarana untuk memperkenalkan kebenaran-kebenaran alam roh kepada saya. Namun setelah itu Dia membawa saya kepada kebenaran yang lebih tepat sehingga tidak lagi memakai macam-macam urapan seperti dahulu, tetapi sekarang kembali kepada cara seperti yang dilakukan Tuhan Yesus. Bagaimana Ia membersihkan murid-murid-Nya pada waktu itu? Ia cuci murid-murid-Nya dengan air, yakni Firman yang diucapkan-Nya !

Yoh 13:10 Kata Yesus kepadanya, “Siapa saja yang telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.”

Yoh 15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Contoh lain yang sangat nyata dari karya Tuhan Yesus nampak di dalam diri perempuan Samaria yang gemar berganti-ganti “suami”. Enam laki-laki telah muncul dalam hidup perempuan ini, namun laki-laki yang ke tujuh, yakni Tuhan Yesus, menghentikan kehausan yang tak terpenuhi di dalam hatinya dengan memberinya air hidup. Bahkan hanya dengan 8 kalimat perkataan Tuhan Yesus, ada yang panjang ada pula yang pendek, perempuan berdosa ini telah di “cuci” sampai bersih dari kenajisan (uncleanness) perzinahannya, dan dilayakkan menjadi penginjil yang berhasil memenangkan jiwa satu kampung di Samaria. Semua orang keluar dari desanya dan mencari Tuhan Yesus dan menjadi percaya kepada-Nya sebagai Mesias (Yoh 4:5-42).

Yoh 4:39 Banyak orang Samaria dari kota percaya kepada–Nya karena perkataan perempuan itu yang bersaksi, “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.”

SUNGAI DARI BAIT SUCI

Dalam kitab Yehezkiel, Tuhan memperlihatkan kepada nabi-Nya pemandangan yang akan terjadi kira-kira 2600 tahun yang akan datang, (karena nubuat itu diucapkan kira-kira tahun 574 sM.) tentang Bait Suci di Yerusalem, dimana dari pelataran Bait Suci itu akan muncul mata air yang akan mengalir dengan deras keluar melalui bawah ambang gerbang timur, terus menuju ke Laut Mati, karena ketika Tuhan Yesus turun menjejakkan kakinya di bukit Zaitun,  Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan (Zak 14:4). Rupanya ketika gempa itu menimbulkan retakan di dasar bumi yang membuat saluran air di bawah tanah dan airnya meledak keluar di halaman Bait Suci selama masa Kerajaan Seribu Tahun. Arus itu juga bercabang dan akan mengalir ke Laut Tengah juga karena aliran air itu sangat besar.

Yeh 47:1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. 2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.

Aliran air itu menjadi sungai yang semakin jauh semakin dalam dan akhirnya tak terseberangi oleh Yehezkiel. Hal itu akan benar-benar terjadi di bumi ini dalam Kerajaan Seribu Tahun. Tetapi secara parallel, itu menggambarkan aliran sungai air kehidupan, air hidup, air murni yang akan mengalir di dalam diri orang percaya yang hidupnya dipenuhi oleh Roh Kudus, Kepenuhan Kristus dan Kepenuhan Allah Bapa. Orang percaya yang mulai mengerti arti dari Air Hidup ini bukan hidup di dalam urapan-urapan yang ada di dagingnya lagi, bahkan sebaliknya dagingnya disalibkan saja di kayu salib, tapi yang hidup di dalam dia hanya Tuhan Yesus, Roh Kudus dan Allah Bapa saja. Semakin menenggelamkan diri di dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Tuhan Yesus dan Allah Bapa, semakin dia juga tenggelam dalam Air Hidup, yaitu Firman Allah!

Yeh 47:3 Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki. 4 Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang. 5 Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.

Bandung, 17 September 2010

Andereas Samudera

 

Advertisements

TANAMAN TUHAN

March 1, 2012

Tanaman adalah juga karya Tuhan, karenanya biarlah pengajaran ini memberikan gambaran tentang pertumbuhan rohani yang di gambarkan lewat ‘tanaman TUHAN’, sbb jika tanaman tidak bertumbuh maka statusnya bonsai atau kerdil bahkan mati. Marilah lihat pengajaran dan ayat-ayat berikut:

ITB  Isaiah 61:1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, 2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, 3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

BENIH

  • ITB Mat 13:24Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. 25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
  • ITB  Mark 4:14 Penabur itu menaburkan firman.

BERBUAH BANYAK

  • ITB Yoh 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

POHON DAN BUAH

  • ITB Mat 7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

MENJADI MAKANAN DAN BUAH

  • ITB  Ezekiel 47:12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”

TEMPAT BERTEDUH

  • ITB  Mat 13:32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

Demikian ayat-ayat pembahasan dan sebagian keterangan bahwa jika Anda dan saya menjadi ‘tanaman TUHAN’ maka akan bertumbuh, berbuah dan menjadi berkat bagi sekitarnya. Tetapi jika tidak demikian ‘tanaman’ siapakah itu?

Selamat belajar dalam kebenaran. Amin

ev. Natanael Daud

Gambaran Proses Musa & Yosua

January 17, 2012

Kel 24:13 Lalu bangunlah Musa dengan Yosua, abdinya, maka naiklah Musa ke atas gunung Allah itu.
Musa & Yosua adalah 2 pribadi yg luar biasa yg dipakai Tuhan dizamannya, tp dalam 1 ayat ini ada pelajaran yg bagus dan minimal ada 3hal yaitu:
1. proses pemBAPAan > Musa gambaran Bapa & Yosua gambaran Anak utk menyelesaikan tugas sbg abdi Bapanya.
2. proses impartasi > transfer spirit: like father like on. jk bapanya rajin bersekutu ke gunung Allah maka anaknyapun jd “terikut”.
3. proses regenerasi > Yosua adalah pemegang tongkat estafet sehingga naik menggantikan Musa. Gbu

 

Untuk informasi lebih lanjut & rindu berhubungan dgn kami silahkan hubungi: Facebook Natanael Daud.

By. Natanael Daud.  Seri Pewahyuan.

 

KUNCI SUKSES – KEY’S OF SUCCESS

July 10, 2011

Yoh 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. ( Jesus said to him, “I am the way, the truth, and the life. No one comes to the Father except through Me.)

Banyak jalan menuju Roma kata pepatah, tapi hanya satu jalan menuju sorga bahkan tidak hanya jalan-Nya saja yang kita pakai melainkan kebenaran-Nya dan juga hidup-Nya. Sebab jalan kita, kebenaran kita dan hidup kita mendatangkan masalah dan hukum.

JALAN YESUS

Kis 2:28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.

Why 15:3 Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: “Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!

KEBENARAN YESUS

Yoh8:31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

HIDUP YESUS

Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

4 SUNGAI TAMAN EDEN

March 30, 2011

PENCIPTAAN FASILITAS
Perhatikan ayat dibawah, ternyata sebelum Adam ada Tuhan Allah lebih dahulu menciptakan fasilitas lebih dahulu baru di bentuk Adam untuk menempatkannya di taman Eden tersebut.
1. Kej 2:11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. 14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.

EMPAT SUNGAI TAMAN EDEN
PISON = ” increase” = berkembang
GIHON = ” bursting forth” = meledak, membuka keras, pecah — seterusnya
TIGRIS = ” rapid” = deras(air), capat(terbakar), laju
EFRAT = ” fruitfulness” = berhasil, bermanfaat, subur

DI TEMPATKAN DALAM FASILITAS
2. Kej 2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

DI PECAT
3. Kej 3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.

LOWONGAN DARI YESUS
4. Yoh 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
5. Mrk 2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

SALIB YESUS / 4 SUNGAI DI DALAM KITA
6. Efs 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
Ayat di atas sangat memberi pengertian tanpa penafsiran yang berlebih, bahwa doa Paulus memberi gambaran Kasih Yesus lewat 4 sudut kayu salib dan memberi pengertian bahwa sungai taman Eden dan fasilitasnya sdh ada dalam hidup kita. Karenanya selalu di kitab Perjanjian Baru selalu bertuliskan ‘telah’ yg berarti sudah.
FASILITAS TERSEDIA
7. Mar 11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
8. Efs 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
9. 1Pet 2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
Dst….
FASILITAS MALAIKAT
10. Ibr 1:14 Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?

KELUARGA ALLAH
11. Efs 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,

Keluarga Allah adalah cita-cita kerajaan Surga sejak awal penciptaan, jadi seri 4 sungai taman Eden memberikan kita pengajaran Ilahi yang sebih jelas dan gamblang. Gbu

Seri Pengajaran: Ev. Natanael Daud

Menjadi Kristen Kelas Dunia

July 28, 2010

Kekristenan sering kali dianggap rendah bahkan tak bernilai, karena tak ada dampak. Lalu bagaimana cara untuk menjadi Kristen Kelas Dunia itu???

Kej 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Kata ‘berkuasa’ dari Firman TUHAN di atas menunjukkan bahwa penciptaan Anda dan Saya adalah untuk berkuasa & serupa segambar alias berKelas atau unggul dan menjadi patron bagi semua mahkluk, tapi sejak Kitab Kejadian 3 manusia kurang kuasanya bahkan hilang jabatan kelas Dunia menjadi manusia Duniawi(karena dosa).

Tapi syukur kepada Allah, melalui Yesus Kristus yang telah mati di kayu salib bukan hanya untuk menebus dosa kita saja melainkan mengembalikan sesuai destinasi Ilahi tersebut dari manusia Duniawi ke Kristen kelas Dunia. Itu semua bukan terjadi secara instant, tetapi dilihat dari:

1. Cara Berpikir

Orang Kristen Kelas Dunia selalu memiliki cara pikir yang berpusat pada sesama buakan diri sendiri, memiliki pemikiran global bukan lokal, bahkan selalu berpikir tentang kekekalan, bukan yang sementara. Seperti ayat-ayat berikut.

Rom 8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.

Kol 3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Fil 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

2. Cara Berkata

Orang Kristen Kelas Dunia memiliki kesantuna berbicara, memiliki ciri khas bicara tegas, lugas, serta memperkatakan kebenaran, bahkan mengatakan ya di atas ya, berkata tidak di atas tidak. Seperti guru Agung yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Baca Mat 12:37 & Ams 18:21

Yak 3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal;barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Mark 11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

3. Cara Berbuat/ Bertindak

Orang Kristen Kelas Dunia selalu memiliki mentalitas di atas rata-rata. Jika di kehidupan ini ada sekolah kepribadian (membentuk sifat dan sikap darah biru atau ningrat), dalam kerohanian pun demikian ada sekolah karakter Roh Kudus sebab mengalir darah Yesus dalam tubuh Anda dan Saya.
Gal 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Kol 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Pikiran, perkataan, dan perbuatan merupakan sinergi atau kekuatan yang tak dapat terpisahkan. Dari ketiga hal tersebutlah akan terlihat dimana kelas Kekristenan kita terlihat.

1Yoh 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Seri Pengajaran : Ev. Natanael Daud

THEOLOGIA VS KEBENARAN

March 11, 2010

THEOLOGIA
Theologia adalah studie tentang suatu agama dari sudut pandangan agama. Itu didefinisikan sebagai pembahasan yang masuk diakal tentang Allah atau para allah, atau lebih umum lagi tentang agama dan kerochanian.
Theologia Kristen, telah menerima banyak masukan dari kebudayaan Barat, terutama pada masa sebelum abad Eropa modern. Maka karena sifat saling ketergantungan itu, bila ingin pemahaman yang memadai tentang baik Kebudayaan Barat maupun Theologia Kristen, Anda memerlukan pengenalan yang sepenuhnya tentang kedua-duanya. (Wikipedia)
THEOLOGIA BARAT
Theologia Barat ini dapat diumpamakan seperti bila seorang pergi ke musium dan ia melihat kerangka binatang purbakala di sana. Katakanlah kerangka seekor Dinosaurus. Binatang ini sudah lama punah. Ia akan mencoba membayangkan bagaimana kira-kira bentuk aslinya. Diperlukan interpretasi untuk membayangkan bagaimana bentuk aslinya. Seorang artis menolong orang lain membuat gambar-gambar bentuk binatang itu dengan melukiskan kulit luar binatang itu, lengkap dengan bentuk wajah dan sisik-sisiknya, tapi itu berdasar interpretasi-nya sendiri. Apakah hasilnya memuaskan? Karena mereka tak punya dasar lain, mereka terpaksa menerima hasil karya khayal si pelukis itu. Bila ada sepuluh artis, tentu akan ada sepuluh bentuk yang berlainan satu dengan yang lain. Artis-artis yang berinterpretasi itulah ibarat para theolog yang berbeda-beda pandangannya terhadap alkitab. Jadi alkitab tak beda dengan tulang-tulang purba itu. Tak berlebihan kalau theologia begini disebut sebagai Theologia Tulang-Tulang Kering. Theologia beginilah yang dianut hampir segala bentuk gereja sekarang.
Andaikata saja tak pernah ada artis-artis pelukis itu, mereka tak punya penolong lain untuk mengetahui bentuk asli binatang purba itu, kecuali pergi kepada Sang Pencipta binatang itu. Kalau hubungan mereka dekat dengan Dia, tak mustahil Ia berikan gambar-gambar rekaman bentuk binatang itu secara tepat melalui penglihatan atau vision …….
THEOLOGIA TIMUR?
Di atas dikutip definisi Wikipedia tentang theologia Barat, untuk memahami theologia mereka kita harus juga memahami kebudayaan mereka karena cara-cara berpikir mereka mempengaruhi cara mereka mempelajari Alkitab dan Allah (Theos) Mereka. Orang Timur mempunyai latar belakang berpikir yang berbeda dengan mereka. Contohnya sejak di negeri Barat timbul rasionalisasi di segala bidang, mereka menaruh urusan kepercayaan kepada guna-guna, arwah, hantu hanya sebagai dongeng saja. Sementara dunia timur masih terus terlibat di dalam hal-hal seperti itu sampai sekarang. Sekarang cara memberitakan Injil kepada masyarakat Barat yang rasional tentu tak boleh disamakan dengan masyarakat Timur yang masih hidup dalam pemujaan arwah atau roh-roh teritorial. Orang Timur lebih mudah mengenal alam roh karena mereka masih memakai hati dan intuisi dalam banyak hal. Rasionalisasi hanya menjangkau orang-orang kota yang mampu bersekolah tinggi saja. Orang –orang Timur seperti Watchman Nee, lebih dalam mengerti bagaimana maksud alkitab tentang penggunaan intuisi dalam berjalan dengan Roh Kudus; orang seperti Ki Dong Kim lebih mengerti tentang roh-roh orang mati karena lingkungan masyarakat Timur yang amat dekat dengan orang-orang mati. Konon Ki Dong Kim ini yang bilang bahwa orang Timur memerlukan theologia Timur pula.

Yang saya maksud bukan Theologia Barat dan Timur yang memang sudah ada di zaman sebelum jatuhnya Constantinople, namun praktek Theologia Masa kini yang sekarang dianut gereja-gereja pada zaman ini yang hanya menerapkan theologia dari sekolah-sekolah Alkitab dari Amerika, Inggris, Belanda dengan latar belakang pandangan Barat.
KEBENARAN YANG HIDUP
Sebenarnya yang berhak membuat “interpretasi” hanyalah yang mengarang kitab-kitab itu sendiri, yaitu Allah Bapa, Tuhan Yesus yang menuliskannya dengan perantaraan Roh Kudus yang mengilhami banyak penulis, dari zaman ke zaman. Dia saja yang berhak membuat pengisi dari “daging/kulit/sisik binatang purba” itu dengan sempurna sesuai dengan aslinya. Kalau begitu namanya bukan interpretasi lagi tapi “kebenaran”
Mat 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Tuhan tidak menyuruh seseorang mencari interpretasi, tetapi mencari kebenaran. Dari mana kebenaran itu didapat ? Hanya dari Yesus yang berkata:
Yoh 14:6 Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Itu alasannya mengapa Tuhan minta diberi tempat di dalam hati Anda. Ia mau berbicara dan menerangkan ayat-ayat Alkitab itu menurut pengertian Dia sendiri bukan sebuah interpretasi dari otak manusia yang sudah diracuni oleh Buah Pengetahuan Hal Baik dan Jahat itu.

Selain itu juga Roh Kudus yang dahulu menuntun pengarang-pengarang Alkitab dari zaman ke zaman itu sekarang akan datang lagi kepada setiap orang yang telah menerima Tuhan Yesus di dalam hatinya, Ia yang juga mengajar Anda dengan membawa Anda ke dalam seluruh kebenaran Allah.
Yoh 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata–kata dari diri–Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar–Nya itulah yang akan dikatakan–Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal–hal yang akan datang.
1Kor 2:10 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal–hal yang tersembunyi dalam diri Allah. 11 Siapa di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. 12 Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
Kehadiran Roh Kudus dalam diri seseorang memberikan pengurapan kuasa Allah dan seterusnya pengurapan itu yang membuat Anda dapat menembus alam roh sehingga dapat memahami hal-hal yang supranatural, yakni hal-hal yang melampaui jangkauan akal pikiran manusiawi.
1Yoh 2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari Dia. Karena itu, kamu tidak perlu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan–Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu––dan pengajaran–Nya itu benar, bukan dusta––dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
Bahkan setelah seseorang bergaul secara pribadi dalam kasih dengan Tuhan Yesus, Ia akan memperkenalkan Bapa-Nya yang di surga kepada orang itu, dan Bapa itupun akan berbicara, bahkan Dia akan mengungkapkan segala rahasia yang sangat dalam yang telah berabad-abad hendak dibagikan-Nya kepada anak-anak-Nya di bumi.
Mat 11:27 Semua telah diserahkan kepada–Ku oleh Bapa–Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
Efe 3:8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah diberikan anugerah ini, untuk memberitakan kepada orang–orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk membuat semua orang melihat rencana rahasia yang telah berabad–abad tersembunyi dalam Allah yang menciptakan segala sesuatu,10 supaya sekarang melalui jemaat diberitahukan berbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah–pemerintah dan penguasa–penguasa di surga,11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan–Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

MAU TETAP JADI SENIMAN?
Pada suatu tahap iman tertentu Anda akan mendengar ketiga pribadi Allah itu berbicara bergantian, dengan suara yang berbeda dan otoritas yang berbeda.
Bila Anda memakai theologia untuk mengenal isi alkitab Anda akan penuh dengan “pengetahuan” hasil berbagai interpretasi dari para theolog yang ganti berganti telah meninggal dunia.
Bila Anda bertanya kepada Roh Kudus, Tuhan Yesus atau Allah Bapa maka Anda kan dipenuhi pengetahuan yang benar, hidup, bertambah terus sampai sempurna seperti pikiran Dia. Inilah Kebenaran Yang Hidup itu.
Adalah kaum Theologia Tulang-Tulang Kering itu yang paling suka memakai kata: “Sesat” untuk menilai pengajaran orang-orang yang mengenal Tuhan Yesus, Roh Kudus dan Allah Bapa secara pribadi. Itu karena mereka telah lama berpegang kepada interpretasi menurut seniman-seniman theologia di masa lampau. Setiap pernyataan yang baru dibukakan oleh Bapa, Tuhan Yesus maupun Roh Kudus dianggap sesat karena tak menurut patokan-patokan para seniman theologia mereka. Selalu mereka dibayang-bayangi ketakutan disesatkan roh-roh jahat, belum mau percaya walaupun syarat mereka bahwa segala kebenaran harus diteguhkan oleh dua atau tiga saksi itu, sudah banyak terlampaui.
KESALAHAN SENIMAN THEOLOGIA
Interpretasi datang dari pikiran bukan dari hati nurani. Berjalan dengan Tuhan adalah persekutuan pribadi dengan mendengarkan suara-Nya di dalam hati. Bukankah Tuhan Yesus minta dibukakan pintu hati Anda karena Ia mau makan bersama Anda dan Anda bersama Dia? Makan apa? Ia mau berbicara dengan Anda seperti Ia bicara pribadi dengan Maria yang duduk di bawah kaki-Nya.
Wah 3:20 Lihat, Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk; jikalau ada orang yang mendengar suara–Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk menemui dia dan makan bersama–sama dengan dia, dan ia bersama–sama dengan Aku.
Letak kesalahannya adalah bahwa para theolog itu pada umumnya tak pernah mau melangkah untuk memperbaiki hubungan pribadi mereka dalam roh dengan Roh Kudus, Tuhan Yesus dan Allah Bapa sampai kepada hubungan intim yang “tak mungkin salah”. Mereka merasa puas hanya dengan reka-reka atau interpretasi yang paling cocok menurut pikiran mereka. Untuk melangkah dalam hubungan intim dengan Tuhan, mereka tak mau atau tak berani. Tuhan berbicara kepada seseorang melalui hati nurani, bukan? Mereka baca banyak ceritera di alkitab bagaimana orang-orang di masa lampau begitu mudah mendengar suara Tuhan atau Roh Kudus, tapi mereka selalu berpikir bahwa itu sudah lampau, sekarang tak ada lagi orang yang diberi karunia untuk berhubungan intim dengan Tuhan. Untuk meninggalkan cara berpikir dan berinterpretasi, dan melangkah dengan mendengar suara hati mereka mendengar suara Tuhan di situ, selalu tak “tega”, takut salah. Mereka selalu curiga dan tak pernah mampu percaya seratus persen kalau tak ada ayatnya. Padahal ayat-ayat di alkitab itu tak lain barulah “tulang-tulang”. Itu sebabnya mereka terjerat kepada hukum-hukum tertulis saja, persis seperti orang-orang Farisi di jaman Tuhan Yesus.
Memang pegangan dasarnya adalah tulang-tulang itu tapi pengisi antar tulang jangan pakai interpretasi melainkan kebenaran yang diwahyukan Roh Kudus.

Suatu saat Roh Kudus berbicara demikian kepada saya: “Andereas, di zaman Tuhan Yesus di dunia, Ia dikelilingi banyak orang Farisi yang akhli dalam hal alkitab, yaitu kitab-kitab Musa dan nabi-nabi yang lain. Tapi Ia berkata: ‘Barangsiapa tak mengikut Aku, tak akan beroleh selamat.’ Kemudian rasul-rasul menuliskan semua perkataan Tuhan Yesus menjadi Kitab Perjanjian Baru. Namun sekarang, walaupun membaca kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, bila tidak dipimpin oleh-Ku (Roh Kudus), mereka akan sesat dan tak beroleh selamat. Nanti saatnya akan tiba, Aku (Roh Kudus) akan diangkat dari bumi. Lalu orang-orang akan membaca semua tulisan kesaksian orang-orang yang dipimpin Roh-Kudus, mereka juga tidak akan beroleh selamat, kecuali dengan susah payah mencari pimpinan Tuhan lagi seperti di masa Perjanjian Lama.”

Jadi yang membuat orang diselamatkan apa? Bukan karena hafal semua ayat dan memahami isi Alkitab, tetapi hidup dipimpin oleh Roh atau dipimpin oleh Tuhan!

Bandung, April 22, 2008
Wikipedia:
Theology is the study of religion from a religious perspective. It has been defined as reasoned discourse about God or the gods, or more generally about religion or spirituality Christian theology has permeated much of Western culture, especially in pre-modern Europe. Therefore, because of their interdependence a proper understanding of either Western culture or Christian theology requires a full understanding of both.